Senin, 10 April 2017

Perjuangan Sukses si Mbok Darmi yang Tak Kenal Lelah





Kendari - Ada banyak cara orang mengejawantahkan rasa syukur dari kenikmatan yang didapat. Rasa syukur tersebut bisa berupa kesederhanaan dari sebagian kebutuhan yang bisa terpenuhi.

Pun wanita paruh baya yang hidup seadanya di sebuah kossan yang sangat sederhana ini, rela hidup di perantauan selama bertahun-tahun demi menghidupi anak-anaknya. Seorang wanita asal suku Jawa yang telah ditinggal mati oleh suami tercintanya ini tetap tegar demi menyekolahkan anak-anaknya.

Berjualan kue merupakan langkah sukses yang telah di tempuh si Mbok. Tak bisa dipungkiri, hasil keringat beliau telah mampu mengantarkan anak-anaknya ke jenjang akhir pendidikan. Semua anak Mbok Darmi tinggal terpisah karena tuntutan pekerjaan yang mengharuskan mereka jarang bertemu. Ada yang tinggal di Jawa, Makassar, Kolaka dan Kendari, dengan pekerjaan yang berbeda-beda.

Sekarang beban beliau terbilang cukup ringan dari beban sebelumnya, dikarenakan anak yang di tanggungnya saat ini hanya Bambang seorang. Bambang adalah anak terakhir beliau yang sekarang melanjutkan pendidikan di Universitas Halu Oleo, FKIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik), jurusan matematika.

Seringkali beliau disarankan agar tidak bekerja dan memilih hidup bersama anak-anaknya yang telah berpenghasilan. Namun, lagi-lagi si Mbok menolak dengan alasan yang cukup logis dan begitu sangat mulia. Beliau mengatakan, kerena sudah terbiasa bekerja sejak kecil, jika berhenti bekerja sehari saja badan bisa sakit semua dan takut lumpuh karena tidak bekerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar